warna-warni surabaya

warna-warni surabaya
semua ceritaku di surabaya
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

7 Cara 'Membunuh' Kebencian Dalam Diri

                   Banyak hal yang pernah kita temukan dalam keseharian kita, rasa marah, bahagia dll. dan saat kita merasakan rasa kebencian terhadap diri kita dan orang lain, paling tidak kita mempuyai cara untuk mengatasinya agar masalah itu tidak semakin besar dan membuat kehidupan kita terganggu, disini saya mempunyai tips untuk bagaimana kita bisa membunuh rasa kebencian dalam diri.


1. Sabar, inilah yang kata yang paling ampuh menghadapi berbagai ulah, orang-orang yang tak seide atau bahkan bertentangan atau berlawanan, bahkan bisa jadi seperti ” benalu” di sebuah pohon, kemana orang yang dibencinya bergerak, orang ini akan mengikutinya dan membuat komen yang bisa saja menjengkelkannya, karena memang itu tujuannya. Orang seperti ini sengaja membuat marah, hobinya yang “menghantam” pihak lain. Begitu juga yang terjadi di kantor, di lingkungan tetangga dan lain sebagainya, ada saja orang yang “menghantam” orang lain karena beda aliran, paham, partai politik dan lain sebagainya, baik dilakukan terang-terangan maupun diam-diam. Bahkan bila yang dibenci adalah musuh politiknya, maka racunpun bicara!

2. Tidak membalasnya dengan kata-kata yang kasar pula, kalau terjadi, maka “pancingan”nya berhasil!Karena orang yang membalas kekasaran dengan kekasaran, kejahatan dengan kejahatan, ibarat api ditambah api, maka akan semakin merajalela dan “kebakaran” akan semakin meluas. Sipat api yang panas, bukan dilawan dengan panas pula, tapi dengan lawannya, yaitu air yang dingin. Api di balas dengan air, panas di balas dengan dingin, kekerasan di balas dengan kelembutan dan caci maki dibalas dengan doa!

3. Santai saja, kritikan atau hantaman yang begitu keras, biasanya membuat ketabahan dan kesabaran semakin tinggi, ibarat baja yang di pukul palu, bertalu-talu, semakin di hantam semakin kuat. Atau ibarat pedang yang sangat tajam, awalnya adalah besi baja yang dipanaskan atau dibakar dengn suhu yang tinggi dan ditempa sedemikian rupa, pada sat yang tepat, besi baja tadi dibentuk dan jadilah pedang yang tajam! Jadi, tak setiap hantaman itu buruk, tak setiap kritikan menjatuhkan dan tak setiap yang hitam itu lumpur, bahkan bisa jadi emas hitam atau minyak! Itulah pentingnya berpikir postitif pada setiap apapun yang menimpa.

Kebencian pada sesama menimbulkana kehancuran yang sama di mana-mana.

4. Kritikan setajam apapun tak membuat kiamat! Apapun bentuknya kritikan itulah adalah pupuk yang sangat subur untuk sebuah tanaman. Ibarat pohon, suburnya justru ketika diberikan pupuk dan pupuk yang terbaik adalah kotoran, yang disebut pupuk kandang. Jadi tak setiap yang kotor itu buruk dan sebaliknya tak setiap yang kelihatan tenang itu baik, bisa saja menghanyutkan. Dunia tak akan sempurna tanpa adanya perbaikan, perbaikan tak akan terjadi tanpa kritikan, dan kritikan tak bermanfaat bila disampaikan dengan cara yang salah dan dengan situasi dan kondisi yang tak memungkinkan.

5. Musuhmu adalah “kawan” setia yang sangat jujur. Hanya musuhlah yang dengan terang-terangan mengatakan kelemahan-kelemahan Anda, hanya musuhlah yang berani dengan terang-terangan mengatakan kekurangan, keburukan, kesalahan Anda dan itu tak tanggung-tanggung, terkadang dilakukan di depan orang lain, bahkan di depan umum! Sakit memang rasanya, tapi dibalik itu terungkaplah apa-apa yang selama ini ditutupi oleh kawan-kawan Anda, oh ternyata Anda banyak salahanya, banyak kekurangannya, banyak keuburukannnya dan lain sebagainya. Dengan demikian Anda jadi intropeksi diri, “oh Saya itu begitu toh!” Sambil berguman dan manggut-manggut.

6. Tak semua manusia itu baik pada Anda dan tak semua manusia itu jahat pada Anda. Jadi, ketika begitu banyak pujian yang Anda dapatkan dari orang-orang disekeliling Anda, jangan lupa, ada orang-orang yang tak suka pada Anda dengan alasan masing-masing, dengan demikian Anda tak bisa sombong karenanya. Namun ketika begitu banyak hinaan, caci maki dan lain sebagainya yang sipat buruk Anda terima dari orang-orang disekeliling Anda, jangan lupa banyak orang yang menyintai dan menyayangi Anda, bisa keluarga, saudara, teman atau sahabat, dengan demikian Anda tak rendah diri, Anda masih punya harapan.


7. Maafkan orang lain sebelum diminta, bisa saja orang itu mencaci maki atau menghina Anda, karena orang itu tak tahu siapa Anda yang sebenarnya. “Maafkan orang yeng membencimu“, begitu orang bijak berkata, bahkan “doakan orang yang melempari batu ke arah Anda“. Seperti pohon yang sedang berbuah lebat, ketika dilempari batu, pohoon tadi memberikan buah yang ranum, yang siap untuk Anda makan. Wah tak bisa begitu, masa dilempari batu bukan di balas dengan batu, boleh saja, silahkan, namun bukankah keduanya akan semakin parah dan berdarah-darah, lalu bagaimana perdamaian akan terwujud, kalau batu di balas dengan batu, pedang dibalas dengan pedang, dan darah di balas dengan darah? Bukankah memaafkan itu lebih baik, dengan demikian tak ada yang tersakiti bila maaf sudah diberikan.

Kebencian memang penyakit yang ada di dalam hati, makanya sering diebut penyakit hati. Namun bila kebencian ini muncul di arena politik, pihak lawan adalah sasaran utamanya, sehingga yang sering terjadi adalah ketidakadilan. Lawan yang punya ide benar dan cerdas, bisa saja “dihajar” habis-habisan dengan berbagai cara. Makanya yang sering muncul sebagai pemenang bukan orang yang benar dan jujur, tapi justru orang yang penuh tipu muslihat, memang tidak semua demikian. Ada yang menang karena pendekatannya yang bagus dan menyejukan, bukan asal menang, tapi penuh dengan kearifan dan kelembutan.




semoga tips dan info ini bisa berguna untuk semua,

Selasa, 03 Januari 2012

WAWANCARA KERJA

Nah, nih ada info buat temen-temen yang mau wawancara kerja, bisa sering disini, waktu saya mau carik-carik artikel tentang wawancara saya menemukan artikel yang bagus, buar refrensi kita buat wawancara kerja, dan temen-temen bisa ngembangin lagi dari info - info lain atau dari manapun, gk salah nya walau kita masih kuliah tapi sudah membekali diri dengan pengalaman dan informasi yang banyak, yang penting keinginan belajar yang tinggi itu bisa mengalahkan segalanya. keberuntungan akan setia mucul saat kita berani untuk mencarinya bukan hanya menunggu itu datang,
Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis


Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.

1. Ceritakan tentang diri anda

Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar.

"Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya," kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti "Di mata anda, siapa anda?" atau "Ceritakan sesuatu tentang anda", banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.

"Saya merasa biasa-biasa saja" atau "tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya" seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara.

"Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu," tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan "Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya."

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. "Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah," kata Erina Collins.

Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik.

Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.


2. Hati-hati pertanyaan jebakan

Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.

Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.

"Ketika itu saya tanya 'apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?' dan pelamar itu menjawab 'saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.'Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya," ungkap Erina.

Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab "saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal.

Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji." Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab "saya sering telat dan lupa waktu." Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya "kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda." atau "saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat."

Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti "Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?" sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya "Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini." Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. "Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja.

Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan," ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab "sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah."


3. Semangat dan bahasa tubuh

Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata "saya merasa..." atau "saya kurang..." dan sebaiknya gunakan "saya pikir...", "menurut pendapat saya..", "saya yakin...", "saya optimis...". Kata-kata "saya merasa ..." atau "saya kurang..." mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasaipersoalan.


4. Cara berpakaian yang baik dalam wawancara

Berpakaian yang "baik" dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:


  • Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau "kebiasaan" berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai "orang aneh', disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
  • Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (misal: mengkilap, ngejreng).
  • Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).
  • Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
  • Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.

5. Berapa gaji yang anda minta ?

Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.

Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun.

Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: "Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini.

Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. .../tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.


6. Variasi pertanyaan dalam wawancara

Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanya an yang akan dihadapi.

Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara:

Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :

  • Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
  • Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya. Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
  • Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
  • Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
  • Siapakah yang membiayai studi anda?
  • Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
  • Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?

Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :

  • Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
  • Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.
  • Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
  • Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut
  • Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
  • Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
  • Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?

Pertanyaan mengenai sasaran anda :

  • Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
  • Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
  • Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
  • Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
  • Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?

Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :
  • Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
  • Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
  • Apakah yang anda cari dalam bekerja?
  • Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
  • Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?

Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing!
intinya jangan belajar atau berproses saat akan mau melamar kerja tapi kita harus berproses jauh-jauh hari untuk mempersiapkan apa yang kita ingin lakukan ,agar semua bisa berjalan dengan apa yang kita inginkan walau tidak menutup kemungkinan untuk gagal, yang penting kita sudah berusaha maksimal untuk mendapatkan proses yang bagus, selamat mencoba ..saalllam perubahan

Minggu, 27 November 2011

JUJUR itu MAHAL


selamat pagi dolor semua
 bagaimana keadaan temen-temen semua, semoga diberikan kesehatan semua, di pagi hari ini, aku ingin berbagi dengan temen - temen semua, karena tidak sengaja saya terbangun dari tidur saya, karena alhamdulilah surabaya tetap saja panas, walau sudah musim hujan,hehehhe mencoba bersukur dengan apapun yang terjadi,
omong" bersukur saya teringat dalam sebuah buku, namanya quantum ikhlas, buku itu dahsiat banget buat saya, menyadarkan setiap manusia untuk bisa menjadi ikhlas dengan selalu bershukur dengan kondisi apapun. Memang itu sulit bagi kita semua di setiap cobaan" yang ada kita harus berusaha bersyukur, hmmm.....

kita tidak sadar apa saja anugrah Tuhan yang diberikan kepada kita, yang jelas sangat banyak tetapi kita  jarang sekali,selalu tidak mencoba untuk mengerti hal tersebut, akhirnya apa yang terjadi kita selalu mengeluh di setiap kondisi, dengan merasa menjadi manusia yang tidak beruntung, putus aja, dll hmmm.. kalau tuhan tidak maha sabar, pastilah kita sudah almarhum, karena sudah jenuh dengan tingkah polah manusia yang tidak mau bersyukur dan berusaha tidak ada puas"nya .

          OK, itu prolog dari saya , dan kali ini saya ingin bercerita tetang arti sebuah kejujuran, apa sih arti jujur itu, kalau saya mengartikan jujur itu merbicara terus terang tanpa ada hal yang di tutup"in, sederhana bangetkan pengertian nya, tetapi saat kita dalam keseharian nya, apakah lebih sering tidak jujur, dari pada jujur..hufttt
saya takut buat jawab nya,,hehe yakan ane aja gk jujur tuh, tapi saya berusaha jawab deh, kalau aku sering banget gk jujur , terutama kepada diri saya sendiri, orang tua, orang lain dan banyak lagi..horeee yes aku bisa jujur, (yaelah jujur sekali aja dah seneng banget gue)hahhaha. Tetapi tau gak kawan, makna kejujuran itu dalam keseharian kita, dalam agama sudah jelas tertulis bahwa tidak jujur itu dah dosa besar,(walau gak tau ayat nya bagaimna, tapi kata guru agama saya seperti itu) dalam bermasyarakat juga tidak jujur itu sangat di benci sekali, dan kita juga tidak suka kalau orang lain tidak jujur dengan kita,,, TETAPIIIIIIIiiiiii..... kenapa kita tahu itu, dan kita sering kalinya JUGA tidak jujur, hmmmm(merenung sebentar) , saya mencoba menyimpulkan pengertian lain bahwa JUJUR = Harga yang MAHAL. jujur itu sangat mahal, berita buruk nya seperti itu, kita sulit sekali mengatakan kejujuran dalam hal kecil pun kadang kalanya kita tidak bisa jujur, karena terbisa tidak jujur, kita mengucapkan kedustaan,. wah jangan sampi ketidak JUJURan sudah menjadi kebiasaan kita, atau menjadi sebuah penyakit sosial yang terjangkit di masyarakat kita, IRONIS banget saat bangsa ini sudah tidak jujur lagi.
         Saya pernah membaca sebuar artikel dan presentasi juga, bahwa peringkat pertama dari perusahaan besar menerima karyawannya dengan syarat yaitu 1. JUJUR dan banyak lagi, saya tidak perlu membaca sampai terahir tetapi saya berpikir ,wah gilak perushaan besar pun yang hebat memerlukan karyawan yang JUJUR, kenapa kok yang pertama tidak yang PINTAR, Pengalaman yang banyak, tanggung jawab,dan lain".


saya mencoba mengartikan itu ,dalam pengertian percuma karyawan itu pintar IP di atas rata, rajin, etos kerja tinggi, pengalaman kerja dimana - mana, tampan dan cantik, dan lain" tetapi dia nanti tidak bisa JUJUR, ujung"nya nanti karyawan itu akan korupsi, korupsi uang, tanggung jawab, berhianat, berdusta dan banyak lagi efek dari tidak adanya kejujuran, hmmm....ternyat ngeri jugak yah.
saya kasik lagi contoh yang terakhir dalam berpacaran dan didalam keluarga kejujuran itu penting gk sih.. jelas sangat penting kawan, harga matilah untuk kejujuran itu ,


mungkin saya tidak mau meneruskan cotoh-contoh kejujuran dalam prespektif padang yang berbeda karena saya rasa teman" sudah menangkap apa maksud saya. JUJUR seperti  JAMU , kenapa kok JAMU, (jujur kok seperti jamu sih brow), iya aku bilang JAMU, jamu itu sangat pahit sekali dan gak enak rasanya, tapi sadar atau tidak sadar jamu itu sangat menyehatkan serta bisa menyembuhkan beberapa penyakit kita dari dalam, sama seperti keJUJURAN, memang sulit untuk berjakata jujur ,tapi yakinilah bahwa jujur adalah suatu hal baik yang akan kita dapatkan di depan sana nantikny, tidak untuk saat ini saja, tetapi untuk esok dan seterusnya. kita akan mencoba jujur dari diri sendiri, dan dari sekarang, karena jujur adalah kebiasaan dan kebudayaan.
              Saat jujur itu sudah tertanam dalam dalam diri kita , kita akan berbuat baik untuk diri sendiri dan orang lain, karena kita berusaha memberikan yang terbaik, memberikan keindahan  secara nyata. bukan kepalsuan. tetapi berbohong itu juga diperbolehkan saat kebohongan itu adalah kegohongan yang baik, bisa diartikan kebohongan yang baik adalah, kebohongan yang akan bertujuan dan bermanfaat yang baik, bukan akan membuat sebuah kedustaan yang menyesatkan.


tips buat kita semua, kita biasakan diri kita atau orang lain untuk bebicara jujur dari hal-hal yang kecil dan sederhana, karena itu basic, saat sudah kita berkomitmen dalam diri kita bahwa kejujuran adalah kebutuhan dalam kehidupan kita tidak hanya sebuah keinginan semua orang, tapi kebutuhan mendasar dalam manusia.
disini saya berusaha menyadarkan diri saya, dan mengajak teman" semua merenungkan dari KEJUJURAN diri kita. selamat berjuang dan maaf kalau ada kata" saya yang salah. semoga cerita saya mendapat manfaat untuk kita semua. 


"Never give up" salam berdaya dan salam perubahan


Selasa, 15 November 2011

THE POWER of FOKUS


salam sangar dolor....
semangat pagi......
wah jam menujukan pukul 03.00, dan suhu di luar masih dingin dikarenakan surabaya baru saja hujan, walau badan masih capek dikarenakan aktifitas rutin sehari-hari tapi mental harus tetap sehat. hehe kata abang saya di TNI, di sana memang fisik di gembleng dengan keras , tetapi mental yang harus di utamakan untuk menjadi prajurit yang tangguh, walau fisiknya tidak seberapa hebat, memang opini itu sempat yang benarkan juga, karena saya dengar dari temen saya yang aktif di Pencinta alam juga sama seperti itu..hmmm so...mental itu harus bener" tahan banting yah...tapi bagaimana mendapatkan mental yang hebat itu, kadang kita sulit untuk mendapatkan jawaban yang pas denangan diri kita,, 

              Tetapi saya kali ini mau bagi-bagi cerita tetang kekuatan "FOKUS", kata pepatah , "guru yang paling baik adalah pengalaman" saya gk tau itu bener atau salah, tapi saya sekarang meyakini itu sih kalau teori itu benar entah sampai kapan saya juga tidak tau,hehe bahwa kita bisa belajar dari 2 hal, belajr dari diri kita dan dari orang lain, bayak cara untuk kita bisa berkembang dan mencapai apa yang kita inginkan..tetapi semua hal itu sarat dengan suatu proses yang memerlukan suatu perjuangan yang tinggi..hmmmm ngeri sih kalau kita denger kata berproses coz conon kata banyak orang sangat sulit, tapi kenapa kita gk mau mencoba untuk mendapatkan pengalaman, kan tadi dah di ungkapin ma pepatah pengalam guru yang baik,,hehe

         "FOKUS". ini adalah salah satu "KUNCI" sukses untuk kita dapat mencapai sesuatu yang kita impikan dan harapkan, memang sederhana sekali 5 huruf tersebut saat kita mencoba mengucapkan, tidak butuh waktu lama juga, tetapi saat kita mempraktekanya kadan sangan sulit, ya kan proses itu gk ada yang gampang,,yupzz bener jugak sih,,,"BELAJAR ITU SUSAH"
contoh kalau kita gk "FOKUS" apa yang bakal terjadi, :



1. Saat kita mau parkir kendaraan, dan kita gak fokus, kunci pasti lupa kecabut, terus ketinggalan deh
2. Gimana kalau kita gak fokus naruh barang, pasti lupakan ditaruh mana
3. Cobak kita lagi sholat gak fokus, pasti gak sahkan sholatnya

4. Cobak kita lagi baca buku, di tengah" gk fokus terus ngelamun,,hmmm pasti lupa kita baca sampek mana

5. Saat kita janji ma orang gk fukus, jadi lupa kan janjinya
6. Saat kita ngerjakin tugas dan ujian gk Fokus, pasti gk kelar" tuh tugas n ujian nya pasti gagal



           Dan banyak lagi contoh saat kita tidak "FOKUS" temen-temen masih meragukan perlunya dan pentingnya ke-FOKUSan buat diri kita..
pasti kalau masih waras, sepakat dengan opini saya, gak tau sendiri sih kalau ada yang setengah waras,,heheee pasti gak sepakat
just kiding brow..


                         PASTI saat kita tau dan mengerti The Power of FOKUS itu penting dan perlu, bagiamana kita bisa fokus, alias bisa konsent dengan apa yang kita inginkan. , sedikit curhat sih ,gpp kan....
saya orangnya suka hal-hal yang baru, dan alhasil apa, banyak aktifitas yang saya lakukan, sampai ketika saya tidak ada titik fokus sama sekali, jadinya setengah" deh apa yang saya dapatkan, dan sekarang saya mengerjakan namanya tugas akhir kuliah atau sekripsi, dan alhamdulilah saya mengerjakan skripis hampir 2 tahun ,padahal teman-teman seangkatan saya sudah lulus semua tinggal beberpa gelintir aja di kmpus, saya cobak memikirkan beberapa hal, dan berhenti mencari alasan, kembing hitam dan pembenaran diri,,
dan saya sadar sekali kalau saya kurang "FOKUS" dan serius untuk melakukannya, terlihat saya menunda" dan menyepelekan hal tersebut, tragis sih kalau saya masih menggunkan cara lama saya lakukan,dan di cap sebagai mahasiswa abadi. amit" deh..hehehe gak mau puoll lah, sampai saya berpikir apa saya orang nya gomblok banget..padahal banyak di angkatan saya yang katakanlah IP nya di bawah rata" dia jugak bisa lulus tepat waktu,,hahaha apa emang saya yang oon yah,,gak tau deh
sooo..saya mencoba untuk memperbaiki namanya "FOKUS" , saya memulai dari hal yang sederhana, alhamdulilah ada sedikit kemajuan walau gk besar sih, tapi saya yakin suatu saat saya akan bisa mengatasi namanya permasalahan tersebut...dan saya menemukan beberapa strateginya...ini masukan aja sih kawan, terima ya sukur, gk di terima ya alhamdulilah,,,hehe


  1. .Belajar melakukan fokus, dari hal-hal yang sangat kecil di setiap aktifitas kita
  2. Setiap mau memulai dan mengakhiri kegiatan usahakan kita berpikir terlebih dahulu alias kita evaluasi apa yang kurang dan apa yang sudah kita kerjakan, (hati-hari lan waspodo) biar kita lebih sensitif
  3. Kita perlu alat bantu untuk fokus, seperti catatan kecil atau teman untuk mengingatkan (hmm efektif tuh)
  4. Evaluasi setiap kita mau tidur kebaikan dan kesalahan apa yang kita sudah kita lakukan di hari itu.
  5. Olahraga setiap hari, paling bagus saat pagi hari, karena saat peredaran darah tidak lancar ke otak itu mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah ke otak, yang bisa buat kita mudah lupa alias sedikit pikun, dan olah raga membuat metabolisme tumbuh kembali lancar. kalau bisa melakukan yoga ,



       itu sih tips dari saya untuk kita bisa lebih fokus lagi, dan rasakan kekuatan dari "FOKUS"......
selamat mencoba, semoga berguna , kita akan ketetmu lagi di sesi berikutnya,,,
salam perubahan dan salam berdaya..(Never give up)























Kamis, 27 Oktober 2011

Mengenal dalam peMAKNAan bukan hanya peNAMAan

Salam sukses dolor,,
Pada tanggal 28 Oktober 2011, berketepatan hari sumpah pemuda banyak acara dan aksi yang dilakukan setiap lapisan elemen masyarakat, dari rakyat biasa ,mahasiswa , pemerintah maupun anak - anak. Tapi apakah kita sudah menanamkan setiap aksi kita terhadap diri kita, tidak atas pengertian dasar saja atau hanya sering kita ucapkan dalam kata - kata, tapi kita sudah menumbuhkan itu dalam pemaknaan yang sebenarnya, itu adalah salah satu contoh , saya ingin berbagi pengalaman dengan dolor-dolor semua. pada waktu saya akan melewati dan sudah melewati hari lahir saya, atau biasa di katakan hari ulang tahun. saya mencoba merenung dan merefleksikan diri , apa yang akan terjadi saat sudah jam 00.01 lebih, tepat hari lahir , saya terdiam sesaat merasakan nafas dan semua anggota tubuh dan pikiran saya , tidak ada perubahan yang terjadi dan apa arti dari ulang tahun saya dari hari-hari biasa , saya menyimpulkan itu sama saja .Apakah dengan banyak nya ucapan dan doa dari keluarga dan teman-teman dekat sudah menjadikan perubahan yang real bagi diri kita?
sering saya dan teman - teman mungkin berusaha dengan aktifitas serta kebiasaan nya, memberikan sebuah nama dan arti dari setiap kejadian atau menamai sebuah benda hidup maupun mati, tetapi dalam konteks dan konten nya itu berbeda, melakukan peNAMAan tanpa peMAKNAan dalam sebuah kata itu akan menjadikan seubuah aktifitas yang sia-sia belaka, seperti contoh kita sering menasehati orang dengan kata-kata (Ikhlas, sabar, solid, pantang meyerah, berkarya ,kreatif, inovatif dll) tanpa kita belajar dalam level pemaknaan dalam diri kita atas arti sebenarnya atau substasi serta esensi dalam kata - kata tersebut, sapa sih yang tidak bisa berkata-kata atau menamai sesuatu anak TK saja bisa untuk itu. Butuh kerja keras untuk kita belajar memaknai itu agar kita mengerti secara utuh untuk kita bisa aplikasikan dalam kehidupan kita sebenarnya.. disini saya dengan kerendahan hati dan kegoblokan saya mengajak dolor-dolor semua belajar bersama untuk lebih dulu merefleksikan diri kita untuk menjadi orang yang tau diri terbih dahulu dan belajar mendalami esesi kata-kata atau peNAMAan hal dalam jiwa kita
salam perubahan dan teruslah kita berkarya serta berkontiribusi

Senin, 24 Oktober 2011

BELAJAR DARI APAPUN dan SIAPAPUN.....

salam berdaya...
dolor semua saya ingin curhat kepada dolor-dolor se-Indonesia...
Ternyata telusur- telusur dalam kehidupan ini banyak hal yang bisa kita pelajari, karena semua bentuk dari mahluk hidup dan matipun dapat memeberikan suatu keilmuan yang besar, cotoh filosofi dari air,udara,batu, hewan sekalipun bisa kita maknai dalam kehidupan dengan mengerti unsur dan sifat mahluk itu yang kita bisa ambil, yang pasti dari sudut positifnya. Keilmuan munculpun bisa dipicu dari hal sederhana, yaitu suatu petanyaan, apa?,dimana?,bagaimana?, kok bisa?, siapa?seperti apa?.....dari sinilah manusia mencari tau kebenaran dari suatu pertanyaan, memang tidak logis sih saat begitu bayak keilmuan munculnya dari hal-hal sepele atau kecil,
dalam hal kecil itu manusia melakukan penelitian dan observasi dengan sistematis dan pembuktian-pembuktian secara ilmiah.
Terlepas dari itu semua saya akan berikan contoh real ,bahwa saat aktifitas sehari-hari kita, bisa banyak menjadi pembelajaran yang penting dalam kehidupan kita .Di awali dengan sebuah permainan, seperti catur, basket, badminton , di sana kita tidak terlepas terjadinya persaingan yang merebutkan sebuah kemenangan, ada poin-poin penting pembelajaran yaitu :

  1. 1.kita berpikir dan menganalisa dari kekuatan lawan kita, berpikir memahami dan belajar menjadi orang tersebut untuk mencari ancaman dan peluang untuk kita
  2. Kita harus menganlisa kemampuan dan kekurangan kita, kita bisa menggunakan kelebihan untuk senjata kita,dan menekan kekurangan kita, janagn sampai kita bersaing dalam kekurang kita jelas akan terjadi kekalahan telak.
  3. kita belajar mengendalikan diri, dengan bertarung dengan diri kita terlebih dulu, karena harus menyiapkan mental dan fisik untuk menjadi juara,tetapi besic seorang juara adalah dia bisa menerima kekalahan untuk mempersiapkan menjadi seorang pemenang yang sebenarnya.
  4. keahlian mengatur strategi dan membangun ketenangan berpikir, itu kunci dari sebuah pertandingan.
  5. Kemampuan tidak mudah menyerah dan membangun mental juara.
  6. Yang paling penting, selalu ikhlas apapun kondisi yang terjadi dan terus berdoa serta mencoba kembali

Itu adalah pengalaman saya dalam belajar dari setiap aktifitas keseharian kita, walau hanya di lihat dari sebuah permainan biasa, tetapi banyak lagi hal yang kita bisa pelajari dari pengalaman serta aktifitas kita sehari-hari ,belum lagi kita belajar dari pengalaman orang lain sunggug sangat merugi kalau kita tidak mau belajar dari semua itu, kita hanya menjadi orang yang berharap tanpa belajar.
Selalu ukir pengalaman untuk memperkaya diri dengan proses yang akan membentuk mental dan meperbanyak materi yang kita inginkan tanpa melupakan suatu keyakinan atas keberadaan tuhan...dan semoga kita bisa belajar dengan baik dalam kehidupan kita
Salam perubahan

"BELAJAR MENGENAL POTENSI DIRI"


Banyak cara untuk bisa mengenal dan mengerti bakat diri kita, yang kebanyakan orang sulit untuk bisa menemukan bahkan menjawabnya, termasuk diri saya, disini saya ingin bercerita dan membagi tips untuk teman-teman mengenal bakat diri dengan cara cara yang sederhana,
Pada awalnya saja merasa bingung untuk memulai mempelajari pribadi saya dengan mengetahui bakat dan kelebihan saya, sulit rasanya saat kita tidak bisa sadar dan jujur terhadap diri sendiri , serasa kita sudah berusaha berpikir tetapi sebenarnya kita masih menggunakan perasaankita untuk menganalisanya. jadi seolah-olah kita tidak menemukan jawaban yang tepat tentang apa yang kita cari. Dalam Perjalanan saya , menemukan bakat diri itu sebenarnya yang paling efektif dengan memutar memori-memori terdahulu dari kecil sampai sekarang, apa yang kita senangi dan apa yang sudah kita pernah capai dari presatasi atau keahlian diri. Berpikir dari hal sederhana jangan menutup diri dengan keterbatas kita karena itu akan mempersulit membuka kelebihan kita yang sebenarnya. Praktek berproses langsung itu lebih akan memperjelas potensi diri kita dengan memfokuskan dengan apa hal yang kita suka dan berpotensi mengembangkan diri kita itu kan memberikan jawaban yang real , disini saya juga mencari refrensi info tetang bagaiman kita bisa mengerti dan tau atas bakat terpendam kita ,
APA Bakat Anda? (Bagian I)
Selasa, 12 Mei 2009 | 11:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Apakah bakat Anda muncul sejak lahir atau sengaja Anda ciptakan lewat latihan-latihan tertentu? Membincangkan asal-muasal bakat memang menarik dan seolah tak berujung.
Saat lahir, kita memiliki 100 miliar neuron. Tiga bulan atau 60 hari menjelang kelahiran, neuron yang kita miliki itu sudah berkomunikasi satu sama lain. Mereka bahkan membentuk jalinan yang dinamakan dengan axon. Lalu, saat jalinan terbentuk, sebuah sinapsis pun otomatis terbentuk.
Di usia tiga tahun, setiap 100 miliar neuron kita itu telah menciptakan jaringan sinapsis dengan neuron lainnya. Koneksi antarneuron inilah yang menjadi awal mula munculnya bakat. Tandanya, anak terlihat aktif luar biasa.
Ya, tanda tersebut kerap mudah kita cermati pada dua periode usia kita, yaitu ketika kita menginjak usia balita dan saat kita berusia belasan atau duduk di kelas 1 atau 2 SMA. Di masing-masing periode itu, kita (anak) dikenal begitu aktif, bahkan saking aktifnya, tak sadar kita seringkali disebut “nakal” tak keruan.
Tentu saja. Karena memang, banyak hal ingin kita ketahui, mencoba, dan lakukan. Kita pasti marah atau memberontak ketika kemauan kita tersebut dihalangi.
Nah, benarkah itu bakat? Rasanya, terlalu cepat kita mengambil kesimpulan bahwa itu merupakan bakat. Mungkin, lebih tepat, hal itu akan menjadi bakat kita atau tidak, karena akan sangat tergantung pada minat kita kelak.
Hal itu membuktikan bahwa setiap jalinan sinapsis akan terus mendorong diri kita untuk tidak henti melakukan apa pun yang kita mau terkait minat kita. Yang terjadi, kita akan kebingungan memilih ini atau itu, mencoba melakukan ini atau itu, dan kita tidak terfokus untuk mematangkan sebuah nilai kompetensi tertentu.
Untuk itulah, di usia 16 tahun, hukum alam memutus separuh dari jejaring sinapsis tersebut. Dan tidak ada manusia bisa membentuknya kembali utuh seperti semula.
Namun, sejak terputusnya jaringan sinapsis itu, bakat kita malah justru benar-benar mulai terasah. Karena hal itu memberi kita ruang lebih luas untuk fokus dan benar-benar mengeksploitasi beberapa sinapsis tertentu.
Latihan tak selalu sempurna
“Ya, latihan menjadikannya (bakat) sempurna. Saat hal itu datang sebagai bagian dari hidup Anda, Anda harus mencintainya. Jika tidak, Anda tidak akan dapat bekerja dengan baik dan meraih yang terbaik”.
Demikian hal itu dikatakan oleh Dr Anders Ericsson dalam buku Cambridge Handbook of Expertise and Expert Performance. Di situ Anders memandang orang-orang berpengalaman, baik itu seorang pebalet, pemain basket, atau pembuat program komputer, hampir selalu “dibuat” atau “dilatih”, dan bukan dilahirkan.
Pendapat Anders tersebut diamini oleh hasil penelitian Marcus Buckingham dan Donald O Clifton’s. Penelitian berdasarkan riset selama 25 tahun dan berbiaya sangat besar itu dilakukan terhadap dua juta pemilik karier dari 101 perusahaan di 63 negara. Hasilnya, meskipun terdapat aspek bakat yang dibawa sejak lahir, ternyata kita punya kekuatan lain untuk membentuk bakat apa pun yang kita inginkan.
Hanya saja, hasil penelitian itu masih memberikan catatan penting. Bahwa semua hal itu harus dilakukan sejak balita hingga usia belasan tahun. Ya, karena seperti kita ketahui, sampai di situlah batas otak kita dalam membuat jalinan sinapsis antarneuron.
Kiranya, lebih dari 20 tahun sudah, Anda harus menemukan dan menggali bakat Anda. Kini, mustahil Anda bisa menyuruh neuron di otak Anda untuk membentuk sinapsis baru. Hanya satu yang bisa Anda lakukan adalah Anda membentuk jalinan sinapsis di sekeliling sinapsis utama yang sudah terbentuk sebelumnya sejak Anda lahir.
Tidak, hal itu tidak akan membuat diri Anda merasa terbatas! Anda hanya diminta untuk melatih segala hal yang Anda sukai. Jika Anda suka, itu pertanda bakat Anda dan menjadi investasi bagi diri Anda sendiri di masa depan.
Dan jangan khawatir, Anda bisa membaca tanda-tanda (sign) bahwa bakat Anda telah hadir dalam diri Anda, yaitu:
- Nyamankah Anda saat menjalaninya? Hingga dalam sanubari Anda pun terngiang, “Rasanya ini cocok sekali buat saya.”
- Anda yakin, di hati selalu muncul rasa rindu bisa melakukannya? Bahkan sebelum menjalaninya, senantiasa timbul rasa rindu yang tinggi hingga lekas-lekas ingin melakukannya.
- Seberapa besar rasa penasaran Anda? Seberapa kuat keinginan Anda untuk belajar mendalami hal ini? Seberapa fokus dan mudah berkonsentrasinya Anda terhadap hal ini?
- Puaskah Anda usai menjalaninya? Bukan puas pada hasil, tetapi batin, apakah Anda memang terpuaskan?
Kiranya, perlu Anda cermati dan buktikan bahwa beberapa hal di atas memang tanda-tanda hadirnya bakat Anda. Tetapi sebaliknya, tidak perlu kecewa apalagi sedih jika tidak melihat tanda-tanda itu hadir di diri Anda.
Ya, sekuat apa pun Anda melatih dan menciptakan agar tanda-tanda itu hadir pada diri Anda, dalam perjalanan waktu hal itu malah akan membuat Anda tidak merasa nikmat melakoninya. Nyatalah bahwa latihan tidak berlaku dan mampu tampak sempurna pada segala bidang.
Lalu, apa yang kini harus Anda lakukan?
Tidak ada, kecuali Anda hanya harus menjadi diri Anda sendiri. Ingat, Anda tidak bisa menjadi apa yang Anda inginkan, tetapi Anda bisa menjadi diri yang melebihi siapa diri Anda saat ini! (Berbagai sumber)
Dari Mana Bakat Anda? (Bagian II – Habis)
Selasa, 12 Mei 2009 | 19:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ditanya akan memilih jurusan apa saat kuliah nanti, Santi mengaku bingung menentukan pilihan, apalagi ketika pilihan tersebut dikaitkan dengan bakat dan minatnya. “Jangankan memilih sesuai minat dan bakat, saya sendiri pun belum tahu minat dan bakat saya,” katanya.
Santi (18), sebutlah namanya begitu, mengaku dirinya memang bukan siswa pandai di kelas. Namun, ia juga bukan nomor buncit dalam urusan nilai pelajaran. Hanya, dia merasa tidak “ngeh” soal minat atau bakatnya pada hal-hal tertentu.
Memang, kerap orang mengatakan minat dan bakat adalah teropong bagi jalan kehidupan di masa depan. Membayangkannya pun terasa menyenangkan karena dengan keduanya kita bisa menjadi siapa pun yang diinginkan asalkan mau kerja keras dan pantang menyerah.
Kenyataannya, pemahaman itu justru sebaliknya. Hal itu sering kali menimbulkan masalah ketika kita beranjak dewasa dan tiba saatnya memilih bidang pendidikan dan karier. Pemahaman itu sedikit banyak menciptakan ilusi akan beragam pilihan bidang pendidikan dan karier yang menjanjikan masa depan. Dan lagi, apakah semua itu pilihan yang benar-benar kita inginkan?
Selain itu, pemahaman tersebut juga membentuk imajinasi tersendiri bahwa kita bisa menjadi sosok terbaik di bidang apa pun yang kita minati. Duh, apa betul begitu? Apakah bisa, prestasi seorang Chris John yang dielu-elukan berkat tinjunya di atas ring itu akan bersinar oleh puja-puji pula di lapangan basket?
Nyatanya tidak. Adalah sebuah fakta bahwa kita memang tidak bisa menjadi siapa pun yang kita mau. Kita lupa, selain minat, ada faktor lain yang sangat menentukan langkah kita ke depan. Ya, bakat dan latihan khusus untuk mempertajamnya.
Temukan, Bukan CiptakanKenyataan, tidak semua orang bisa menjadi seorang Chris John, Bill Gates, atau David Beckham. Mereka bertiga punya bakat alami dan telah menjadikan bakat itu sebagai investasi yang dilatihnya sejak lama. Dan kita tidak bisa membuat dan mengubahnya “semau gue”.
Sekarang, lihat ke sekeliling Anda! Mungkin, ada orang yang suka duduk berlama-lama di depan laptop? Bahkan saking lamanya Anda lupa, kapan orang itu makan dan minum?
Atau, Anda pun mungkin bingung, kenapa rekan dekat Anda lebih memilih les guru bahasa Inggris ketimbang Anda yang lebih senang naik gunung atau bermain band di saat libur? Banyak, dan banyak lagi contoh yang kita pun tidak tahu keuntungan mereka melakukan semua itu.
Anda pun sebetulnya bisa begitu. Meniru untuk kreatif berekspresi seperti mereka, berhasil lalu merasa puas. Namun kelak yang terjadi, Anda tidak akan pernah merasa nyaman melakukan hal-hal di luar kerangka bakat Anda tersebut.
Ya, Anda tidak akan bisa menjadi mahasiswa arkeologi dan menjadi arkeolog mumpuni karena Anda sebenarnya sama sekali tidak hobi “keluyuran”. Usaha Anda hancur terus dan kapok untuk terjun ke bidang bisnis sehingga Anda memilih kembali menjadi karyawan. Tidak salah, Anda memang tidak punya hobi itu. Anda tidak bakat!
Mutlak, Anda harus paham apa yang disebut dengan bawaan atau nature (hormonal atau DNA) dan latihan atau nurture. Sejatinya, yang harus Anda lakukan ialah membentuk diri Anda tak ubahnya dengan bawaan Anda sejak lahir. Anda jangan hanya menginginkan suatu bidang pendidikan yang bisa membuahkan karir tertentu dengan gaji selangit.
Jika itu Anda lakukan, berarti Anda sudah “bunuh diri”. Pasalnya, kerangka neurologis Anda yang telah membentuk bakat tersebut akan menolak. Alhasil, Anda tidak dapat menikmatinya. Kecuali, Anda memang berniat keras untuk menambal “kekurangan” tersebut dengan nurture, dengan latihan-latihan khusus.
Semakin cepat Anda sadar untuk melihat diri Anda dan menemukan potensi di dalamnya, semakin beruntung pula Anda. Pilihan minat dan bakat Anda dengan sendirinya akan lebih mudah Anda tentukan.
Anda mulai bisa memilih peran Anda, bentuk pendidikan yang cocok untuk menambal peran tersebut, serta produktifitas yang akan Anda hasilkan kelak di dunia kerja. Cara memulainya, simak beberapa hal di bawah ini:
Maksimalkan kekuatan Anda, tuntaskan pula kelemahan Anda!
Jika Anda termasuk orang yang sulit berdiplomasi, dapatkah Anda terjun bebas ke dalam bidang ini karena Anda menyukainya? Kalau Anda tergolong paling lambat mengambil keputusan, dapatkah Anda melatihnya sekeras hati? Jika Anda bukan seorang konseptor, siapkah Anda menjadi seorang “ahli lapangan” agar kekurangan Anda tersebut lenyap ditelan bumi!
Tidak cukup latihan keras, Anda butuh bakat alami!
Memang, antara pengetahuan, keterampilan, serta materi bisa Anda dapatkan melalui belajar dan latihan. Namun, hal sesungguhnya yang penting adalah bakat sebagai bawaan Anda sejak lahir. Anda akan mampu melakukan segala hal berkat keterampilan, sementara kuantitas dan kualitas Anda melakukannya adalah berkat dorongan bakat alami Anda.
Siapkan sistem pendukung hindari aktivitas tak terarah!
Sistem pendukung itu bisa saja hanya berupa pesan singkat di ponsel atau sekadar kertas-kertas yang Anda tempel di meja belajar, bahkan pintu kamar!
Sadar dan amati reaksi spontan Anda saat menyikapi hal atau kejadian
Nah, bagaimana Anda akan mengambil peran atas kejadian itu? Anda cenderung memegang kendali, membuat analisa hal itu secara seksama, atau hanya berusaha mencari sisi-sisi lain ternyata tidak penting dari kejadian tersebut?
Amati besarnya niat dan keinginan Anda melakukan aktivitas tertentu
Dari situ, yakinkan bahwa sebuah aktivitas telah membuat Anda rindu untuk berulang melakukannya. Rasa rindu itu akan senantiasa timbul hingga Anda lekas-lekas melakoninya.
Secepat apa Anda belajar dan menguasai sebuah bidang tertentu?
Secepat kilat atau selambat becak? Sadari hal itu dan bandingkan upaya Anda dengan hasil yang didapatkan oleh rekan-rekan Anda.
Sepuas apa perasaan Anda seusai melakukannya?
Entah, karena yang pasti, saat melakukannya Anda nyaman, senang, dan membuat Anda sejenak tenggelam di dalam keasyikan melakukannya.
Monitor perilaku dan perasaan Anda ketika menjalaninya
Dari sini Anda akan mengevaluasi apa yang sudah Anda lakukan. Amati dan berikan analisis pada diri Anda. Benarkah ini pilihan Anda?
Anda tidak bisa menikmati? Anda lambat dan merasa tidak berkembang?
Tinggalkan sekarang juga! Cari peran lain, jangan habiskan uang dan waktu Anda hanya untuk mengatasi kelemahan Anda, melainkan juga pertajam bakat dan kekuatan alami dalam diri Anda.
Ingat, banyak orang muda yang sukses. Yakinlah bahwa mereka memang pribadi-pribadi yang menemukan bakatnya sejak dini dan mau belatih sebagai investasi di masa depannya.
LTF
Hati-hati Tentukan Potensi Bakat Anak!

KOMPAS.com – Kalangan orangtua diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam membantu menentukan pilihan program studi di perguruan tinggi pada anak-anak yang lulus SLTA, agar tidak sampai salah hingga kemudian terjadi penyesalan.
Hal itu mengingat pilihan terbaik program studi adalah yang sesuai dengan potensi bakat anak, namun banyak terjadi salah pada minat anak-anak atau bahkan keinginan orangtua, yang sifatnya sesaat dan berubah-ubah, demikian terungkap dari seminar psikologi dan pendidikan di Denpasar, Minggu.
Pada acara bertema Mencetak Anak Juara Dari Rumah yang pesertanya melimpah sampai sekitar 1.000 orang sehingga harus dibagi dalam dua sesi itu, menampilkan pembicara, Instruktur Smart Primagama, Drs H Supriyadi dan psikolog dari Yogyakarta, Nurmey Nuruly, SPsi.
Supriyadi mengingatkan, pentingnya pihak sekolah maupun orangtua/walimurid
membantu menemukan potensi bakat pada anak-anak melalui berbagai metode, misalnya dengan mengajukan berbagai pertanyaan guna mengetahui mereka siap dan mudah atau kesulitan dalam menjawabnya.
“Jika beberapa pertanyaan dari salah satu bidang studi dapat dengan mudah dijawab, maka bidang studi itulah salah satu indikasi potensi bakatnya. Tetapi akan lebih akurat apabila melalui cara ilmiah seperti tes psikologi, metode sidik jari dan lainnya,” katanya.
Sementara Rully menekankan pentingnya membangun suasana senang pada anak-anak, agar mampu dengan mudah mempelajari hal-hal yang sesuai dengan potensi maupun minatnya.
“Kenapa anak-anak suka sulit disuruh belajar, karena mereka berada dalam suasana yang tidak mendukung. Coba mereka senang, tidak disuruh pun akan rajin belajar,” ucapnya seraya mengingatkan bahwa anak-anak bukan “orangtua kecil”.
Penciptaan suasana senang, gembira, baik di rumah maupun di sekolah, akan mampu menggali potensi bakat yang bersangkutan, sehingga dapat memudahkan proses penjurusan di SLTA maupun pemilihan program studi ke jenjang perguruan tinggi.
Ia mengingatkan, bahwa selama ini banyak terjadi anak-anak menempuh studi yang sebenarnya tidak sesuai dengan potensi bakatnya, hanya karena menuruti keinginan orangtua atau minat sesaat yang didasarkan ajakan teman atau bahkan sekedar gengsi.
“Janganlah kita memaksakan anak-anak menempuh studi pada bidang yang tidak sesuai potensi, apalagi tidak diminati. Hal itu sama saja kita ’memenjarakan’ mereka selama masa studi. Tetapi kalau belajar sesuai potensi bakat, maka mereka akan enjoy dan hasilnya bisa memuaskan,” tambahnya.
ABD
Sumber : Antara
Keluarkan Potensi Anda
Selasa, 20 Januari 2009 | 09:44 WIB
Sudah mengetahui bakat yang dimiliki? Mulailah Anda mengembangkannya. Namun jika belum tahu apa bakat yang dimiliki, belum terlambat untuk mengetahuinya. Anda hanya butuh empat kunci berikut untuk mengeluarkan potesi Anda yang sesungguhnya.
1. Keahlian
Pernahkah Anda mempelajari sesuatu yang benar-benar baru dan ternyata Anda dapat menguasainya dengan mudah? Atau mengerjakan sesuatu lebih cepat dari rekan lain? Bisa jadi, itulah bakat yang sedang memanggil, menunggu Anda melepaskan dan mengembangkannya.
Jika Anda dengan mudah bisa menyelesaikan sebuah perhitungan saat orang lain menyumpahi kalkulator, itu artinya bakat Anda sebagai seorang akuntan atau banker sedang berusaha muncul dan menyapa Anda. Nah, pikirkanlah hal-hal yang begitu mudah bagi Anda tetapi tidak bagi teman-teman. Kemudian, perhatikan bakat apa yang tengah bekerja pada diri Anda.
2. Ketertarikan
Cara lain menemukan bakat adalah dengan memikirkan hal-hal yang begitu Anda inginkan. Seringkali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan alami atau bakat. lni merupakan suatu pola konsisten dalam hidup dan bukan sekadar cara menghabiskan waktu alias hobi semata.
Nah, coba pikirkan apa yang paling Anda ingin lakukan seharian? Menonton film? Melatih hewan? Menata barang? Memainkan alat musik? Atau membaca buku? Sesuatu itu tidak harus yang menjadi ambisi Anda, meski ambisi merupakan petunjuk kuat adanya bakat yang tengah bekerja.
Jika Anda seorang pembaca yang tekun atau rajin menulis di blog, bisa jadi bakat tersembunyi Anda adalah menulis. Atau bisa saja ketertarikan pada buku membawa Anda pada karier kepustakaan, penerbitan, dan lain-lain.
3. Kepuasan
Apa yang membuat Anda merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam bekerja? Pekerjaan apa yang membuat Anda begitu hanyut dan merasa tak ingin berhenti saat mengerjakannya? Bagi para atlet, perasaan hanyut sering terjadi ketika mereka berolahraga. Sementara bagi para ahli komputer, perasaan hanyut terjadi ketika mereka menghadapi piranti lunak.
Dalam keadaan hanyut, kita memang menjadi sangat terfokus pada kesempatan untuk menggunakan bakat. Alhasil, pola gelombang otak kita saat itu begitu mirip dengan pola gelombang otak ketika kita tertidur lelap. Nah, sekarang apa yang membuat Anda terhanyut? Jika Anda belum juga menemukan, pikirkan suatu kegiatan yang membuat Anda terlibat sepenuhnya. Mungkin bakat Anda ada di sana.
4. Kebiasaan
Pernahkah Anda dipuji karena kemampuan atau sikap Anda? Misalnya, orang menilai Anda sebagai karyawan yang sangat teratur atau ide pemasaran Anda hebat, atau Anda pendengar yang baik, dan lain sebagainya. Lewat komentar orang-orang di sekitar, Anda juga bisa mengetahui kemampuan alami Anda.
Ketrampilan alami memang bisa muncul dalam berbagai cara. Namun, kadang kita menganggapnya biasa saja karena ketrampilan itu sudah sangat melekat sehingga hampir tak disadari kehadirannya.
Lalu, bagaimana mengenali bakat itu? Coba cermati apa yang membuat orang tertarik pada Anda, mengenali Anda atau terfokus pada Anda? Apakah Anda menjadi tempat curahan hati teman-teman? Atau mereka selalu meminta pendapat Anda soal pakaian? Nah, di sanalah bakat Anda tersimpan. Anda hanya perlu mencari kesempatan untuk mengembangkannya. (Chic/Erma Dwi Kusumastuti)
Ciri-Ciri Anak Berbakat
Selasa, 7 Oktober 2008 | 11:53 WIB
Dalam bukunya, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, Prof. Utami Munandar menuliskan indikator keberbakatan sebagai berikut:
* Ciri-ciri Intelektual/Belajar:
Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang berbagai topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi.
Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.
* Ciri-ciri Kreativitas:
Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya.
Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).
* Ciri-ciri Motivasi:
Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya).
Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.
itu semua info yang bisa membantu kita semua mengenal potensi diri kita dan semua ini akan percuma saat kita tidak ingin mencobanya dalam diri dan fokus mengimplementasikan semua potensi diri yang kita punyai.
salam perubahan.